Laila Majnun: Before Tarawih, bagian 1

Alkisah, Majnun dan Laila, sepasang suami istri yang baru saja menikah setahun lalu akan bertemu setelah terpisah selama enam bulan. Majnun menjadi pekerja di lepas pantai di perairan Natuna, Laila sendiri tinggal bersama orangtuanya di Desa Balong, di pesisir selatan Jawa Barat. Selama enam bulan terakhir, Majnun bolak-balik di perairan Natuna, di beberapa rig, waktu liburnya pun dihabiskan di Pekanbaru. Sulit untuk pulang ke rumah karena butuh waktu lebih dari sehari untuk mencapainya.

Sejak magrib, perasaan Majnun tak menentu, dia senang bisa berlebaran di rumah, sekaligus khawatir karena cuaca sedang buruk. Helikopter yang sedianya mengangkut dirinya dari rig lepas pantai pasti mengalami kesulitan atau bisa saja penerbangan dibatalkan. Majnun harus mengejar pesawat ke Jakarta esok subuh, jika tak berangkat mala mini, pupus sudah harapan untuk berlebaran di rumah bersama Laila.

Bersama Majnun ada empat orang lain yang juga akan kembali ke daratan. Mereka semua satu tujuan, menghabiskan lebaran di rumah. Majnun sendiri mendapat cuti hingga satu bulan setelah mengakumulasi jatah cutinya selama enam bulan. Pikiran Majnun sudah membayangkan sebulan bersama Laila, istri tercintanya.

Hujan di perairan Natuna masih lebat, diiringi petir tanpa henti. Majnun semakin khawatir.

Laila yang berada di seberang sana menanyakan perihal kepulangan Majnun. Mendengar penjelasan Majnun, Laila sedikit cemas bahwa suaminya tak bisa pulang esok hari. Laila hanya bisa berdoa. Sebulan penuh, Laila menjalani rangkaian ibadah Ramadan hanya bersama kedua orangtuanya. Walaupun demikian, segala doa dipanjatkan agar suaminya tetap selamat dalam lindungan Yang Mahakuasa.

Laila bercerita di telepon, dirinya sudah membuat berbagai kue, baru tahun ini dia belajar. Hasilnya menggembirakan, dari sepuluh loyang, hanya satu loyang yang gagal jadi kue. Laila memang pernah bercerta, dirinya akan berbisnis kue, mengisi waktu luang ketika Majnun berada di rig. Majnun tak menghalangi keinginan istrinya, dia justru senang, istrinya akan punya kesibukan, ditambah lagi istrinya pasti akan membuatkan banyak kue baginya.

Majnun kemudian bercerita jika dirinya belum membeli baju lebaran. Laila tertawa, meminta suaminya tak perlu khawatir karena baju koko dan sarung baru untuk sholat id sudah disiapkan Laila sejak lama. Majnun mensyukuri.

Sebelum Laila sempat menanyakan perihal lain, Majnun berkata girang, cuaca sudah membaik, helikopter akan segera diberangkatkan. Laila ikut girang, dirinya mengucapkan hamdallah, seraya pamit. Laila hendak ke masjid melaksanakan tarawih bersama kedua orangtuanya.

“Sampai jumpa kekasih hatiku, Majnun, semoga dirimu kembali dengan selamat ke rumah,” doa Laila.

#cerpenramadhan #crhari27